Tahun baru...
setiap pergantian tahun, saya menuliskan semua yang saya inginkan pada selembar folio tak bergaris, agar mudah dilihat kemudian saya tempelkan didinding kamar tidur saya.
Rutinias itu, entah apalah namanya, mungkin bisa dibilang, saya sedang membuat sebuah resolusi. Karena kalau berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Resolusi merupakan putusan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat, pernyataan tertulis berisi tentang tuntutan suatu hal atau rapat yang akhirnya mengeluarkan suatu yang diajukan.
Sederhananya, makna resolusi itu sesuatu yang dapat kita gunakan untuk menyimpulkan harapan, tujuan yang akan kita capai tahun depan.
Resolusi, secara tidak sadar sudah saya awali sejak awal kuliah.
dimulai dengan membuat target nilai tiap mata kuliah, target untuk mendapatkan beasiswa, target untuk menyelesaikan skripsi sampai target lulus kuliah dan wisuda.
Sejalan dengan waktu, resolusi itu pun berkembang, bukan hanya target dalam kuliah, melainkan sudah mencakup target pekerjaan atau target berkeluarga.
11 tahun berlalu, kalau saya katakan, target belum tercapai artinya saya menghilangkan nikmat Allah yang sudah saya terima selama ini, tapi kalau saya katakan, target sudah tercapai, itu pun belum tepat, karena masih banyak hal yang ingin saya capai.
Bersyukur atas apa yang telah dicapai selama ini, introspeksi dan evaluasi mengapa saya belum bisa mencapai target tersebut dan langkah apa yang harus saya lakukan. Mungkin itulah makna tahun baru sebenarnya bagi saya.
Sebenarnya untuk membuat resolusi tidak harus menunggu awal tahun baru.
Awal tahun baru, hanyalah sebuah momentum yang tepat untuk membuat dan memperbaharui resolusi kita. Sarana refleksi dan evaluasi. Dan sebagian orang, termasuk saya sendiri, lebih suka memanfaatkan momentum tersebut, karena lebih mudah untuk kita jadikan titik awal untuk memulai.
Hanya saja, setelah moment itu berakhir, semangat yang tadinya menggebu gebu, perlahan-lahan mulai surut.
Untuk itu, biasanya, dalam menuliskan resolusi saya akan lebih konkret dan lebih detail, dimulai dari date line nya, cara mencapainya dan alternatif lain kalau langkah-langkah tersebut tidak berhasil.
Selain itu dibutuhkan konsistensi untuk menjalankan resolusi tersebut. Komitmen dengan apa yang sudah ditulis. Karena resolusi itu seperti sebuah koridor untuk langkah langkah yang akan kita buat, koridor supaya kita lebih fokus dan lebih jelas dalam menjalani kehidupan. Karena hidup tanpa tujuan yang jelas, kita seperti tidak punya harapan, tidak ada motivasi karena tidak ada sesuatu yang akan dikejar.
Kemudian buatlah skala prioritas, karena saya sendiri, kadang apa yang sudah menjadi resolusi saya tahun yang lalu, terpaksa saya tulis kembali ditahun berikutnya. Suatu hal yang wajar kalau tidak semua keinginan bisa terwujud, asalkan kita sudah berusaha dengan maksimal.
Terakhir yang merupakan suatu wejangan dari bos saya, Pak Yan, yang akan saya ingat selalu. Beliau selalu mengatakan Beritahukan kepada teman dan keluarga anda mengenai resolusi anda. Karena dengan begitu mereka akan turut mendorong dan mengingatkan anda pada resolusi anda dan agar anda bisa komitmen pada resolusi tersebut sampai anda mencapai resolusi anda.
Selengkapnya...
notice
welcome to my house...my blog, yang hanyalah sebuah tempat untuk berceloteh, yang tidak mungkin terbebas dari segala unsur subyektifitas...
Senin, 02 Januari 2012
Tahun Baru...Refleksi dan Resolusi
Langganan:
Postingan (Atom)